Pertanyaan

Senin, 19 Maret 2012

Urbanisasi dan Permasalahannya

Urbanisasi dan Permasalahannya

Urbanisasi menyebabkan pertambahan penduduk kota yang berlebihan dan tak terduga selanjutnya menjadi beban kota. Perpindahan ini akan menjadi masalah ketika perpindahan tersebut menimbulkan masalah sosial baik bagi penduduk kota yang didatangi maupun bagi pendatang atau secara luas bagi negara. Tetapi kota yang statis dan jumlah pertambahan penduduk kota yang tidak mampu mengisi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang deras arusnya, juga akan kurang menguntungkan perkembangan dan pertumbuhan kota itu sendiri dikarenakan kota bisa disebut sebagai pusat perindustrian.
Teori Lewis memfokuskan industrialisasi sebagai kendaraan pembangunan. Lewis menstrukturkan bahwa struktur internal ekonomi dari sebuah ekonomi yang tidak terbangun dengan baik dapat dibagi menjadi dua sektor. Pertama adalah sektor teknologi pedesaan dengan latar belakang pertanian dan sektor teknologi tingkat tinggi manufaktur perkotaan. Urbanisasi yang berlebihan dapat menyebabkan penyerapan tidak maksimal sehingga menimbulkan masalah pengangguran perkotaan. Urbanisasi dari pedesaan yang berkarakter pertanian menuju perkotaan yang berkarakter industrial atau pabrik barang jadi, yang prosesnya diharapkan memperoleh gaji yang berbeda. (Mehdi, 2005)
Beberapa akibat dari urbansiasi yang tidak terkendali adalah:
1. masalah rumah dan tempat tinggal
2. masalah pedagang kaki lima
3. masalah gelandangan
4. masalah pengangguran yang semakin meningkat
5. masalah transportasi
6. masalah ekologi
Arus urbansiasi yang tidak terkendali ini dianggap merusak strategi rencana pembangunan kota dan menghisap fasilitas perkotaan di luar kemampuan pengendalian pemerintah kota. Beberapa akibat negatif tersebut akan meningkat pada masalah kriminalitas yang bertambah dan turunnya tingkat kesejahteraan.
Dampak negatif lain adalah terjadinya “over urbanisasi” yaitu dimana prosentase penduduk kota yang sangat besar yang tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi negara. Selain itu juga dapat terjadi “under ruralisasi” yaitu jumlah penduduk di pedesaan terlalu kecil bagi tingkat dan cara produksi yang ada.
Pada dampak negatif ini, diuraikan oleh pendapat Aliran Pesimistis. Kelompok ini berpendapat bahwa kota mendominasi fungsi sosial, ekonomi, pendidikan dan hirarki urban. Hal ini menimbulkan terjadinya pengangguran dan underemployment. Kota dipandang sebagai inefisien dan artificial proses “pseudo-urbanisastion”. Sehingga urbanisasi merupakan variable dependen terhadap pertumbuhan ekonom

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar